1. Beranda
  2. Labuhanbatu
  3. Sumut

Peduli Penyebaran Covid-19, Forum Diskusi Labuhanbatu (FORDLAB) Bagi-bagi 5000 Masker Untuk Masyarakat Labuhanbatu Secara Gratis dan Sekaligus Kampanye Tolak Money Politik

Oleh ,

Labuhanbatu ( sumut24.net ) - Timbulnya klaster baru di wilayah Provinsi Sumatera Utara terkusus di Kabupaten Labuhanbatu, dinilai karena kurangnya penegakan disiplin protokol kesehatan oleh Gugus Tugas Coronavirus Deisease (Covid-19) Kabupaten Labuhanbatu di era adaptasi kebiasaan baru New Normal. Berdasarkan Informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, sampai saat ini tujuh orang warga yang positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Labuhanbatu. Melihat situasi dan kondisi tersebut sangat menggugah perhatian kami selaku kaum pemuda untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang sangat berbahaya.

Kami selaku kaum Pemuda Kabupaten Labuhanbatu menginisiasi dan melakukan aksi kemanusiaan yaitu gerakan membagikan 5000 masker secara gartis kepada masyarakat Kabupaten Labuhanbatu khususnya di daerah-daerah yang terpinggirkan,"Ujar Nasky Putra Tandjung selaku Koordinator saat melakukn konfrensi pers".

Bentuk aksi kemanusiaan ini dilakukan pada Minggu (27/09/2020) yang dipusatkan di sejumlah titik keramainan, seperti Pasar Sigambal, jalan dan kerumah-rumah warga dan beberapa titik lainnya.

Koordinator Forum Diskusi Labuhanbatu (FORDLAB) Nasky Putra Tandjung mengucapkan terimakasih kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara atas bantuan masker nya yang sudah kami salurkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di masa pandemi Covid-19, selanjutnya Nasky memimpin langsung aksi kemanusiaan ini mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kami selaku anak muda terhadap masyarakat.

Nasky sapaan akrabnya yang juga Presedium Eksponen BEM Labuhanbatu itu berharap, aksi kemanusian ini akan membangkitkan kembali rasa kepedulian dan kesadaran kita masyarakat untuk sama-sama terlibat aktif dalam gerakan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Labuhanbatu. “tentu harus dilandasi dengan niat untuk kebaikan, tanpa ada tendensi atau kepentingan lain,”Tegas Nasky Putra Tandjung.

Ditempat yang sama Risky Rahman yang juga selaku Koordinator dalam gerakan aksi kemanusian ini yaitu gerakan membagikan 5000 masker untuk masyarakat, Risky menilai, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu kurang serius dalam menangani masalah ini, makanya sebagian masyarakat Kabupaten Labuhanbatu terlihat masih ragu-ragu atau masih kurang rasa kepeduliannya dalam menyikapi bahaya Covid-19, sehingga tidak menerapkan pola hidup sehat dalam masa pandemi Covid-19 seperti diatur dalam protokol kesehatan. Meski begitu ada banyak masyarakat yang sudah paham pentingnya social distancing, physical distancing, pakai masker, cuci tangan dan lain-lain. “Makanya tujuan aksi kemanusian ini salah satunya untuk membantu beban Pemerintah, GTPP Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu dengan menghimbau dan mengajak masyarakat agar peduli akan kesehatan,” ujar Risky Rahman di sela-sela pembagian masker di Pasar Sigambal. Minggu (27/09/2020).

Sementara itu, salah satu warga di pasar sigambal yang berinisial Ar yang ditemui mengatakan, pergerakan yang dilakukan oleh Pemuda ini sangat kami apresiasi dan positif, sangat membantu kami selaku masyarakat di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 ini “Kami bersyukur ada yang membagi-bagikan masker secara gratis, ini sangat membantu kami, terima kasih kami ucpakan untuk generasi-generasi penerus bangsa yaitu kaum pemuda dan mahasiswa yang prihatin dan peduli dengan kondisi sosial masyarakat saat ini,”ungkapnya.

Di sisi lain juga disampaikan oleh Tm Sipahutar selaku Koordinator gerakan membagikan 5000 masker untuk masyarakat secara graris, disini perlu juga kami sampaikan juga kepada rekan pers, masyarakat dan semua elemen yang hadir saat bagi-bagi masker ini, bahwa gerakan membagikan 5000 masker ini akan kami lakukan secara bertahap tidak hanya sekali ini saja pasti ada tahap selanjutnya, tetapi fokus kami hanya di tempat-tempat dan daerah yang masih terpinggirkan ataupun yang belum tersentuh oleh pemerintah setempat. Selanjutnya Tm sipahutar menambahkan ini sudah menjadi kewajiban kami selaku mahasiswa sebagai bentuk social control kepada masyarakat disaat masa pandemi Covid-19 yang belum tahu kita sampai kapan akan hilangnya dan sekaligus juga kami akan road show mengedukasi dan kampanye gerakan anti money politik kepada masyarakat,"Ungkapnya .

Berita Lainnya