Ini Juga Tanggung Jawab Pemko Dumai Khususnya Dinas Tata Kota, Ujar Pembina DPD PWOIN Kota Dumai
Dumai ( sumut24net ) - Bulan September memasuki bulan yang mempunyai curah hujan yang sangat tinggi.rata rata kota Dumai memanfaatkan air hujan sebagai salah satu kebutuhan sehari hari,seperti untuk mencuci,masak dan lain sebagainya.
Curah hujan yang kerap kali terjadi saat ini di kota Dumai apalagi Hujan di sertai angin merupakan salah satu cuaca yang sangat menyeramkan,apalagi ketika kita sedang berada di dalam perjalanan,baik itu bagi pejalan kaki,pengendara sepeda motor maupun roda empat.
Ada beberapa ruas jalan yang sangat merisaukan para pengguna jalan raya yang menjadi akses umum.
Misalkan di ruas jalan sukarno Hatta,jalan Raya Bukit Datuk,jalan Sultan Syarif Qasim dan lainnya.
Pohon pelindung jalan yang tumbuh berjejer di ruas ruas jalan yang menghiasi kota Dumai,ketika di musim panas sangatlah indah di pandang,dengan rindangnya dahan dan daun,sangat menolong bagi pengendara jalan dari terpaan teriknya matahari.
Namun di satu sisi,keindahan serta rindangnya pohon yang menjadi pelindung jalan,ketika hujan tiba apalagi dengan di sertai angin,maka keindahan dan kerindangan pohon pelindung jalan menjadi satu situasi menakutkan bagi semua pengguna jalan umum.(01/09/20)
Seperti yang pernah terjadi sepekan yang lalu,di ruas jalan Raya Bukit Datuk salah satu pengendara sepeda motor tertimpa pohon pelindung jalan hingga harus di larikan ke Rumah Sakit.
Begitu juga dengan kejadian pohon pelindung jalan yang tumbuh berjejer di ruas Jalan Sukarno Hatta Sebulan yang lalu,sempat menimpa salah pengendara mobil roda empat yang juga tertimpa ambruknya pohon pelindung jalan.
Sudah sewajarnya walikota Dumai Khususnya Dinas Tata Kota untuk segera mengambil tindakan dan turun lapangan,guna melihat pohon pelindung jalan yang menjadikan rasa takut ketika melintasi jalan umum di saat hujan tiba ujar Pembina DPD PWOIN kota Dumai H.Ali Umar.
Apalagi pohon pelindung jalan tersebut tumbuh makin besar,tinggi dan rindang,bahkan sebagian pohon tersebut juga ada yang lapuk serta kering.dimana tekstur tanahnya juga miring,sehingga kekuatan akar tidak kuat untuk menahan pohon mahoni yang makin condong serta dahan yang rindang juga sudah sangat rimbun sehingga apabila hujan deras disertai angin tidak tertutup kemungkinan bisa patah bahkan ambruk ke jalan .
Nah bisa kita bayangkan seandainya ada pengguna jalan yang melintas,,,apa yang akan terjadi,hal tersebutlah yang menjadi suatu kekawatiran masyarakat kota Dumai ,tutur H.Ali Umar saat di mintai pendapatnya.
H.Ali Umar juga berharap kepada PT pertamina RU II Dumai untuk tanggap dan peduli terhadap pohon pelindung jalan tersebut.karena ruas jalan raya Bukit Datuk juga merupakan satu satunya Akses para pegawai pertamina jika akan pulang dan pergi kerja menuju Kilang atau kantor Pertamina II Dumai."
Baik itu pihak Pemko khususnya Dinas Tata Kota Dan PT Pertamina RU II Dumai,untuk segera mengambil tindakan untuk Memangkas pohon pelindung jalan,agar tidak lagi jatuh korban akibat rimbunnya pohon pelindung jalan,ujarnya