Dikonfirmasi Soal Tembok Proyek IPA SPAM IKK Bilah Hilir Tumbang, BPPW Sumut : Minta Data Publik Langsung Ke PPID

Labuhanbatu ( sumut24.net ) - Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara menolak menjawab konfirmasi wartawan terkait tumbangnya tembok penahan tanah timbunan pada proyek Instalasi Pengolahan (IPA) Kapasitas 50 L/Det dan Jaringan Perpipaan Spam IKK senilai Rp 60 miliar lebih di Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu.

Paruhuman Lubis, staf BPPW Sumut, saat dikonfirmasi Minggu (23/10/22), mengaku, dirinya adalah staf yang terjun langsung ke lokasi proyek IPA SPAM IKK di Bilah Hilir, Labuhanbatu.

" Saya cuma staf. Mulai hari Senin sampai Kamis kemarin, saya di lokasi proyek. Kirimkanlah apa-apa yang mau ditanyakan melalui WA biar saya teruskan ke pimpinan" kata Paruhuman dari tlpn seluler nya saat di konfirmasi

Atas permintaan Paruhuman, wartawan mengirimkan sejumlah pertanyaan. Adapun pertanyaan yang diajukan mulai tahap perencanaan seperti study kelayakan dan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Kemudian, tentang tahapan pelaksanaan seperti mengenai pemilihan lahan atau lokasi proyek yang merupakan areal rawa yang berada persis di tepi sungai bilah atau areal daerah aliran sungai (DAS). Lokasi itu merupakan area langganan banjir.

Pertanyaan selanjutnya yang disampaikan mengenai kondisi terkini di lokasi proyek yang mana tembok penahan tanah timbunan dibagian depan telah tumbang.

Terakhir wartawan mempertanyakan tentang tidak adanya pihak dari Satker BPPW Sumut dan konsultan supervisi/pengawas proyek ditemukan dilokasi saat wartawan melakukan investigasi.

Namun pada Senin (24/10/22) petang, Paruhuman Lubis menyebut apa yang ditanyakan wartawan tidak dapat dijawab. Wartawan diminta untuk menyampaikan permohonan data publik langsung ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BPPW Sumut.

" Kami tidak bisa memberikan data apapun. Mohon dapat mengajukan surat permohonan data publik langsung bagian PPID BPPW Sumut agar dapat ditindak lanjuti terkait pertanyaan tersebut. Ini jawaban dari pimpinan kita" kata Paruhuman Lubis meneruskan pesan dari yang disebutnya sebagai pimpinannya itu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, wartawan telah melakukan investigasi ke lokasi proyek Rabu (20/10/22) pekan lalu. Pengamatan dilokasi, tembok penahan tanah timbunan bagian depan yang diperkirakan panjang 50 meter dan tinggi 1 meter telah tumbang.

Padahal proyek multi years (kontrak tahun jamak) dengan masa kerja 600 hari yang dikerjakan oleh kontraktor PT CPK itu, saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Beberapa pekerja yang ditanyai mengaku kalau tembok penahan tanah timbunan bagian depan gedung itu telah tumbang beberapa waktu lalu di saat MLM hari hujat deras.

Namun mereka mengaku, mereka adalah pekerja baru. Saat mereka datang tembok itu sudah tumbang. " Pas runtuh ini kami baru datang" ujar seorang pekerja.

"Bukan kami (pekerjanya) waktu itu" ujar pekerja lainnya menimpali.

Sementara itu, lahan atau lokasi proyek persis berada ditepi sungai bilah dan merupakan daerah aliran sungai (DAS). Menurut warga di sekitar lokasi proyek, lokasi proyek itu adalah areal rawa yang merupakan langganan banjir.

Penulis: Gofu
Editor: Feby
Photographer: Gofu

Baca Juga