APARA : Ajak Mas Nadim, Jalan – Jalan, Pendidikan Daring Menambah Derita
Jakarta ( sumut24.net ) - Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan yang di pimpin oleh Mas Nadiem Makarim, semakin kelihatan aneh nya dikernakan Mas Nadim nya kurang Jalan - Jalan kunjungan ke sekolah hingga pelosok negri.
Dimanakah kebijakan Mas Nadiem ini yang tidak Kontra terhadap uji coba pendidikan indonesia, belum lagi beberapa hari ini program POP beberapa organisasi terbesar di indonesia yang telah banyak mempengaruhi dan menciptakan generasi dari dunia pendidikan indonesia, yaitu Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama dan PGRI, Semuanya Mundur dari Program tersebut .
Mas Nadiem kalau mas sering berjalan mungkin anda mengenali sekolah - sekolah yang ada di indonesia, salah satunya dari sekian banyak mungkin Mas Nadiem pernah menonton film Laskar Pelangi.
Mas Nadiem indonesia ini besar, bukan hanya kota jakarta, masih ada desa tertinggal dan masih ada bangunan sekolah yang tidak seperti sekolah, ada sekolah dibalik gunung, hingga di kaki - kaki gunung, pernahkah mas nadim jalan - jalan?
Mungkin mas nadiem perlu tinjau kembali untuk program pendidikan jarak jauh ataupun Daring, apakah ini sudah sesuai dengan pembukaan UU Dasar 45, dan apakah negara hadir ini bagian dari mencerdaskan anak bangsa? Mengurangi beban para siswa dan orang tua, kerna mas nadiem masih ada di desa, anak yang tidak mau sekolah , apalagi dengan sistem jarak jauh dan daring ini berlaku, ini adalah kesalahan besar mas nadim. Ikut serta dalam memutus mata rantai generasi penerus bangsa, dan banyak orang tua murid yang harus ngutang hingga ada yang mencuri untuk memenuhi program mas nadiem berlakukan. Kerna semua butuh Android, Laptop hingga paket data.
Mas nadiem apakah solusi yang mas tawarkan dengan Dana Bos ini cukup untuk membeli paket data? Satu bulan ada 26 hari 7-8 jam proses pembelajaran, apakah sudah mas jalan - jalan untuk survey ini?
Jangan hanya sebatas mas nadiem mengeluarkan janji janji dan angan angan hanya untuk meredam masyarakat sementara, tetapi konkrit nya tidak ada.
Mas Nadiem indonesia sudah Maju, bila covid 19 ini yang dijadikan alasan dasar sehingga pendidikan harus jarak jauh dan daring. Maka indonesia sudah menerapkan New Normal, yang mana ini adalah kebiasaan baru dan setiap aktivitas diatur sesuai protokoler kesehatan. Ini bisa saja sekolah dibuka dan diterapkan. Boleh dong mas nadiem ini di uji terlebih dahulu. Aliansi Pemuda sumatera Utara ( Apara) bila diperlukan untuk menyusun bagaimana pendidikan Tatap muka berlangsung di New Normal, Apara siap. Kerna semua orang Ingin Sehat, ingin pintar dan ingin dikurangi beban nya atas Pimpinan yang kurang jalan jalan.
Kaca mata Aliansi Pemuda Sumatera utara ( Apara ) Ilham Fadli Kordinator Presidium,terhadap mas nadiem yang semakin jauh dari anak anak generasi bangsa melalui dunia pendidikan, ucap nya pada awak media.









Komentar