Anthony Pasaribu Salah Satu Balon Bupati Humbang Hasundutan Periode 2021 – 2024
Humbahas ( sumut24.net ) Anthony Pasaribu , Secara personal saya dan Anthony Pasaribu tidak dekat. Dia seorang birokrat tulen dalam puluhan waktu di Kementerian Keuangan RI. Alumni STAN dengan beberapa gelar akademik lain. Hal itu berarti IQ-nya di atas rata-rata. "Skill, attitude" dan kepribadiannya terpuji.
Sementara saya "tidak jelas". Saya sendiri sulit mendefinisikan siapa diri saya (Who Am I?). Bukan birokrat, bukan politisi dan bukan pula anak keluarga terpandang secara ekonomi. Pokoknya hidup pasrah pada Penyelenggaraan Ilahi (Providentia Dei), sok suci padahal "Lanteung".
Meski demikian, saya gembira atas kabar. Bahwa Anthony Pasaribu ikut menjadi salah satu Balon Bupati Humbang Hasundutan, 2021-2024. Tantangan pasti ada begitu juga peluang. Lantas?.
Sekitar lima belas (15) tahun yang lalu, saya ikut mendampingi para orang muda berkeliling di Tanah Batak. Salah satu daerah yang kami kunjungi adalah Humbang Hasundutan. Di salah satu "Huria Pagaran" saya bertanya kepada Jemaat seperti ini:
"Amang, bagaimana mekanisme pemilihan Vorhangir di Huria Pagaran ini?" Jawaban Amang itu mengejutkan. "Yaaaa, salah satu syaratnya dia harus marga mayoritas, Amang".
Belakangan saya dengar bahwa mekanisme itu sudah dihapus. Syukurlah rupanya Jemaat di sana sudah menyadari universalitas Tuhan Yang Maha Esa yang hadir di dalam diri setiap orang.
Jelang Pilkada DKI Jakarta, 2017 seperti banyak kita, saya juga menyaksikan begitu banyak "Halak Hita" yang mati-matian dalam mendukung Ahok untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Para pendukung Ahok itu bersikeras menolak "logical fallacy" penentang Ahok.
Pertanyaannya, apakah model politik penentang Ahok di dalam Pilkada DKI Jakarta, 2017 akan ditarik ke Humbang Hasundutan? Jika ya, berarti "kita" inkonsisten, bukan?.
Kedua "casus belli" di atas belum seberapa dibandingkan dengan perjuangan Nelson Madela di Afrika Selatan. Dan jauh sebelum itu Martin Luther King di Amerika Serikat. "Now piye?" Mata dunia terbuka akan mahakarya kedua putera bangsanya itu. Kita menoleh ke akarnya pada Revolusi Perancis, 1789.
Lalu? Apa hubungannya dengan Pilkada Humbang Hasundutan, 2020? Saya amat menghormati tradisi, adat "Batak". Akan tetapi sikap hormat saya terhadap adat yang dilukiskan dalam bahasa "Dalihan Na Tolu" harus terus direfleksikan.
Agaknya kita sudah waktunya membaharui sistem bermarga kita "dari kuar". Memberikan diri dipimpin oleh sesama yang bermarga dari "hatoropon" relatif. Hal itu diyakini akan memicu cara bermarga yang lebih substansial daripada artifisial.
Sisi dunia politik salah satu hal di dalam refleksi dimaksud. Sebab bukankah kita semua "masilului allangonna be?" Bukan azas Pemilu dan Pilkada itu jurdil dan luber? Sebab itu jangan-jangan kita masih berkutat pada konsep usang di tengah dunia yang begitu cepat berubah ini.
Saya cukup intens mengikuti aneka percakapan di grup yang "dikomdoi" Amang Hermanto Manullang ini. Banyak energi terkuras karena banyak percakapan "tidak" menukik pada substansi.
Para "member" laksana mempersoalkan setangkai bunga yang jatuh di Dolok Margu. Tetapi tidak mau tahu apa jenis bunga itu, apa bahasa latinnya, siapa penemunya, siapa pemiliknya apalagi penciptanya serta tujuannya ada di dunia ini.
Sebab itu diskusi kurang berdampak pada pembangunan demokrasi dan politik yang lebih kontekstual. Bahkan sentimen marga seperti dilukiskan di atas masih menonjol. Absurd, kata Albert Camus, bukan?.
Pertanyaannya, apa refleksi kita atas artikel sumir ini? Harapannya jelas, besar kemungkinan Anthony Pasaribu akan mendapat rekomendasi dari Partai Politik. Hal itu berarti Anthony Pasaribu (bersama siapa pun pasangannya) mungkin menjadi Bupati Humbang Hasundutan terpilih melalui Pilkada, 09 Desember 2020.
Alasannya? Amat banyak. Salah satu dari itu adalah para pemilik suara di Pilkada Humbang Hasundutan sudah semakin cemerlang. Mereka tidak akan mengambil poisisi para penentang Ahok di Pilkada DKI Jakarta, 2017. Lae Anthony Pasaribu pasanglah pasak-pasak demokrasimu, Amang.
"Non multa sed multum - bukan kuantitas tetapi kualitas. Horas!"









Komentar