APARA : Nu & Muhammadiyah Mundur, Mas Nadiem Ada Apa?
jakarta ( sumut24.net ) - Dunia Pendidikan Indonesia dilatar belakangi oleh para tokoh - tokoh pendidikan diantaranya Ki Hadjar Dewantara, Kartini, Dewi Sartika, KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan.
Dari ke 5 Nama ini di anugrahi oleh pemerintah indonesia sebagai Pahlawan Indonesia yang berjasa bagi pendidikan indonesia. KH. Hasyim Asy’ari diketahui juga sebgai salah satu pendiri organisasi islam terbesar di indonesia yaitu Nahdatul Ulama ( NU ) dan KH. Ahmad Dahlan juga sebagai tokoh pendiri organisasi Islam terbesar di indonesia yaitu Muhammadiyah.
Ilham Fadli Korpres Aliansi Pemuda sumatera Utara ( Apara.) mengatakan pada awak media Mas Nadiem dalam memimpin kemendikbud harus banyak evaluasi dan berkolaborasi. Tidak bisa dalam dunia Pendidikan ini berjalan sendiri apalagi Mas Nadiem sepertinya harus banyak membaca kembali tentang sejarah.
Semenjak Mas Nadiem diamanahkan oleh presiden Joko Widodo sebagai Mandat Kementrian Pendidikan dan Budaya terlihat kontroversial terhadap dunia pendidikan saat ini, dunia Pendidikan yang kami lihat ini bagaikan modifikasi Motor yang di copot - pasang bak dikatakan sebagai uji coba yang tak belum diketahui ending nya seperti apa.
Fadli juga mengatakan setiap tindakan yang dilakukan mas nadiem selalu kegaduhan di tengah publik.
Hari ini 22 juli 2020, kita dikejutkan kembali 2 organisasi islam terbesar di indonesia bersamaan menarik diri dari program penggerak kemendikbud. Yang mana selama ini 2 organisasi terlibat dalam pelatihan dan penyusun pendidikan indonesia,tidak ada khawatir tentang nya.
Ada apa ini Mas Nadiem? organisasi penggerak kemendikbud mundur? Apakah ditubuh kemendikbud cuman 1 suara yang penentu atau tidak ada bagian dari keluarga mas nadiem, sehingga dikhawatirkan 2 organisasi islam terbesar ini sangat menghambat misi mas Nadiem.
presiden joko widodo harus evaluasi Mas nadiem sebagai kemendikbud, sebab ini jauh dari Indonesia Maju, malah bikin gaduh. Dan beliau bukan seorang Profesional di bidangnya, tutup Ilham fadli ( Korpres Apara) & juga pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam.









Komentar