PERNYATAAN SIKAP RESMI ORGANISASI MAHAJAYA ; Tentang Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Di Kalimantan Dan Sumatera
Medan ( sumut24.net ) - Kami Pengurus Pusat Organisasi Mahajaya (Ketua Umum Dr. H. Burhanuddin Harahap, SAg, MPd, Sekjend. Sukri Efendi Harahap, SE, Bendum Dr. H. Rudi Dogar Harahap, MSc), dengan rasa keprihatinan yang sangat mendalam, menyatakan sikap tegas atas bencana kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera yang hingga hari ini semakin meluas dan telah berubah menjadi BENCANA KEMANUSIAAN NASIONAL.
Kabut asap tebal tidak lagi mengenal batas provinsi. Dari Pekanbaru, Jambi, Palembang, hingga Palangkaraya dan Pontianak, rakyat menjerit menghirup racun setiap hari.
*A. FAKTA DAMPAK DI LAPANGAN YANG TIDAK BISA DITUTUPI LAGI:*
*1. Dampak Kesehatan yang Mengkhawatirkan:*
Kualitas udara dengan ISPU di atas 300 (Berbahaya) telah berlangsung berminggu-minggu.
- *Pelajar adalah Korban Pendidikan:* Ratusan sekolah dari tingkat SD hingga SMA terpaksa diliburkan. Anak-anak kehilangan hak belajar tatap muka, ujian tertunda, dan masa depan pendidikan mereka terancam.
- *Lansia, Ibu Hamil dan Balita adalah Korban Kesehatan:* Lonjakan penderita ISPA, asma, pneumonia, iritasi mata dan kulit meningkat drastis di Puskesmas dan Rumah Sakit. Lansia yang paling rentan harus bertahan di dalam rumah tanpa alat penyaring udara yang memadai.
- Masyarakat umum dipaksa membeli masker dengan harga melambung tanpa ada bantuan memadai dari negara.
*2. Dampak Ekonomi Rakyat di Pasar:*
Perekonomian rakyat kecil lumpuh total.
- Pasar tradisional sepi pembeli karena masyarakat takut keluar rumah. Harga bahan pokok naik karena distribusi logistik terganggu jarak pandang.
- Pedagang kaki lima, ojek online, buruh harian, dan UMKM yang menggantungkan hidup di luar ruangan mengalami penurunan pendapatan harian secara drastis.
*B. SIKAP DAN TUNTUTAN ORGANISASI MAHAJAYA KEPADA PEMERINTAH:*
Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan nyata di lapangan. Oleh karena itu kami menuntut :
*KEPADA BAPAK PRESIDEN RI, KEMENTERIAN LHK, BNPB, DAN KEPALA DAERAH:*
*1. Operasi Pemadaman Darurat Skala Penuh.*
a. Kerahkan puluhan helikopter water bombing dan pesawat amfibi setiap hari.
b. Lakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan secara intensif di titik api terbesar.
c. Bangun sekat kanal, embung, dan pembasahan gambut permanen, bukan proyek seremonial.
*2. Selamatkan Kesehatan dan Pendidikan Rakyat.*
a. Dirikan Posko Kesehatan dan Dapur Oksigen Gratis di setiap kabupaten terdampak.
b. Bagikan masker N95 dan vitamin gratis kepada pelajar, lansia, dan masyarakat miskin.
c. Sediakan sekolah darurat dengan air purifier atau subsidi kuota untuk pembelajaran daring agar hak pendidikan pelajar tidak hilang.
*3. Tegakkan Hukum Seadil-adilnya.*
a. Tangkap dan pidanakan aktor intelektual pembakaran, termasuk korporasi besar pembuka lahan. Jangan hanya petani kecil yang ditangkap.
b. Umumkan secara transparan peta konsesi perusahaan yang terbakar dan cabut izinnya.
c. Berikan sanksi pidana maksimal sesuai UU Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
*PENUTUP:*
Kami dari Organisasi Mahajaya menegaskan akan terus peduli dengan kondisi Karhutla.
Hutan Sumatera dan Kalimantan adalah paru-paru Indonesia dan dunia. Jika keduanya dibiarkan terbakar, maka kita sedang membakar masa depan anak cucu kita sendiri.
Jangan biarkan rakyat Sumatera dan Kalimantan berjuang sendirian melawan asap.









Komentar