- Sumut
- KTNA SUMATERA UTARA GELAR REMBUG MADYA
KTNA SUMATERA UTARA GELAR REMBUG MADYA
Serdang Bedagai ( sumut24.net ) – KTNA Sumatera Utara gelar Rembug Madya 2021 pada tanggal 09 – 10 September 2021 di Aula Hotel Woong Rame Pantai Cermin Serdang Bedagai.
Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, Rembug Madya KTNA SUMUT diikuti 50 orang peserta dari pengurus provinsi dan Ketua Kabupaten/Kota se Sumut.
Rembug Madya ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara yang diwakilkan kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, turut OPD terkait seperti Dinas Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera utara.
Ketua Kelompok KTNA Provinsi Sumatera Utara Hj. Taty Djuwita Nagawati Siregar melaporkan bahwa kegiatan Rembug Madya seyogianya diikuti 150 peserta, namun karema situasi panemi maka dibatasi menjadi 50 peserta dengan prokes ketat.
Rembug adalah forum musyawarah pengurus kelompok KTNA untuk membahas masalah yang dihadapi petani nelayan dalam pengembangan usahanya sebagai bahan untuk menyusun kebijakan, rencana dan program kerja.
“Melalui Rembug Madya diharapkan kedepan KTNA Sumatera Utara akan meningkatkan perannya mendukung pemerintah dalam uapaya meningkatkan daya saing produk pertanian untuk mewujudkan Sumatera Utara yang Aman, Maju dan Bermartabat” ujar Ketua KTNA Sumut.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah turut memberikan arahan dan bimbingan secara virtual kepada peserta Rembug. Pada kesempatan tersebut, Ketua KTNA Sumatera Utara menyerahkan laporan dokumentasi kegiatan Tahun 2020-2021.
Selanjutnya dipimpin Erwin Pane, peseta Rembug Madya KTNA menginventarisir rencana aksi berbasis wilayah yang akan dituangkan dalam program kerja KTNA Sumatera Utara tahun 2022.
Rembug Madya menyepakati membentuk Tim Perumus, bertugas menyusun program kerja Kelompok KTNA Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022 sesuai analisis kebutuhan prioritas dan potensi wilayah serta sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumater Utara.
Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh dukungan nyata semua pihak pemangku kepentingan baik pemerintah, pelaku utama, usaha dan pihak lainnya. Salah satu fungsi KTNA adalah menyalurkan aspirasi masyarakat petani dan nelayan kepada eksekutif, legislatif dan yudikatif serta pihak-pihak lainnya yang mempunyai kebijakan dalam mengambil langkah-langkah pengembangan pertanian untuk kemajuan petani dan nelayan.
Berita Lainnya
Konag GMI Ke – XV Dibuka Mengangkat Tema ” Bersatu Dan Bersinergi Dalam Kristus Melayani Dunia ” (Efesus 4:3-6)







Komentar