Minta Cabut Berita , Pengacara AN Somasi Media Ikabina
LABUHANBATU ( sumut24.net ) - Pemberitaan media ikabina.com hasil konfirmasi dari Mawar (bukan nama sebenarnya, red) berjudul
"Pacari Gadis Hingga Melahirkan, Duda Pengusaha Ingkar Janji" yang terbit pada, 25 Mei 2020, lalu membuat gerah (AN), pacar Mawar, hingga Pengacaranya, Wahyu Simon Tampubolon SH MH, melayangkan somasi ke redaksi ikabina.com untuk kedua kalinya, Selasa (02/06/2020).
Sebelum melayangkan Somasi, Wahyu Simon Tampubolon, awalnya melayangkan surat keberatan atas pemberitaan tersebut karena menganggap merugikan klien-nya AN, karena tertulis nama usaha AN di Pajak Lama, Rantau Prapat.
"Permintaan keberatannya atas nama usaha AN sudah kita penuhi untuk dihapus, meskipun yang menyatakan nama usaha itu adalah hasil konfirmasi langsung wartawan ikabina.com kepada Mawar. Kita hapus nama usaha itu sebagai bentuk itikad baik kita sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 11 yang menyatakan, Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional," ucap Pemimpin Redaksi Ikabina.com, Najib Gunawan, Selasa (02/06/2020).
Selanjutnya, Wahyu Simon melayangkan somasi kembali padahal bukti penghapusan nama usaha AN sudah kita jawab secara tertulis bentuk balasan surat keberatan klien-nya. "Setelah hak jawab dan hak koreksi mereka kita penuhi, malah memberikan somasi pertama pada, 28 Mei 2020 dan somasi kedua pada, 02 Juni 2020 dengan isi yang sama minta berita dengan judul 'Pacari Gadis Hingga Melahirkan, Duda Pengusaha Ingkar Janji' dicabut. Untuk permintaan ini kita tidak akan penuhi," tegas Najib.
Selasa (02/06/2020), Wahyu Simon Tampubolon yang mengantarkan suratnya somasinya ke ikabina.com di Warkop Milenial, saat dikonfirmasi menyangkut hubungan Mawar dan AN hingga menghasilkan bayi yang kini berusia 12 hari, sekaligus mempertanyakan surat pernyataan perjanjian Mawar dan AN yang dibubuhi tandatangan saksi dan keluarga, Wahyu Simon Tampubolon mengelak menjawab meski berkali-kali dicecar pertanyaan serupa.
"Jawab saja surat somasi kami. Saya tidak ada waktu lama, sekarang sudah jam 6 sore. Saya ada kepentingan lain," emaknya berkali-kali dihadapan ikabina.com dan sejumlah awak media lainnya.
Diberitakan sebelumnya, apes benar nasib Mawar (bukan nama sebenarnya, red), gadis yang kini berusia 20 tahun. Pacaran dengan seorang duda pengusaha, berinisial AN, hingga Mawar melahirkan bayi perempuan, namun pengusaha di Rantau Prapat, itu tidak mau bertanggungjawab.
AN dan Mawar berpacaran sejak Agustus 2019, dan kerahasiaan melakukan hubungan suami istri di hotel Bulu Pagar, Bulucina, Kecamatan Rantau Selatan, secara berulang-ulang di tempat yang sama. Saat itu, Mawar masih berusia 19 tahun dan dijanjikan oleh AN setiap bulan diberi uang belanja Rp5 juta dan sebuah rumah yang layak.
Perjanjian itupun secara tertulis antara Mawar dan AN disaksikan pihak keluarga lengkap dengan tanda tangan masing-masing. Malahan, dalam kondisi hamil pun keduanya terus melakukan hubungan badan sebab Mawar merasa terhutang budi.
Hingga Desember 2019, perut Mawar semakin membesar hubungan keduanya mulai renggang sampai Mawar, melahirkan di Klinik Meme, Jalan Mangga, Jumat (22/5/2020). Ironisnya, saat Indri (sepupu Mawar) datang ke Toko milik AN mengabarkan bahwa Mawar sedang berjuang melahirkan anaknya, dengan entengnya AN menjawab sudah tidak mau lagi berurusan dengan Mawar.
“Dia jawab tidak mau lagi bertanggungjawab. Mulai saat ini, Mawar bukan urusan saya lagi,” jawab AN saat ditemui Indri, Jumat (22/5/2020) lalu ketika Mawar hendak melahirkan.
Kini, keluarga Mawar menanggung beban sosial karena AN lepas tanggungjawab. Minggu (24/5/2020) kemarin, ikabina.com yang berkunjung ke rumah Mawar di Jalan Purwodadi AMD, Simpang Mangga, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Mawar menceritakan semuanya.
“Saya hanya butuh tanggungjawab dia. Sejak Desember dia tidak lagi mau berkomunikasi. Padahal kami punya perjanjian tertulis lengkap dengan saksi,” lirih Mawar sambil menangis.
Apesnya, karena tidak memiliki biaya persalinan, Mawar pun terpaksa berhutang.
“Jangankan uang Rp 5juta dan rumah yang dijanjikan dia. Biaya persalinan saja tidak diberi, dgn terpaksa kami harus berhutang ke bidan. Keluarga saya semua tidak akan tinggal diam dengan semua perbuatan dia. Kami akan buat laporan ke polisi,” tegas Mawar didampingi ibunya dengan nada tinggi dan sejuta kecewa.









Komentar