Seorang Lansia Dan Kedua Putranya Warga Sergai Tinggal Di Rumah Yang Sangat Memprihatinkan

Sergai ( sumut24.net ) - Seorang Nenek Sartini (83), bersama kedua anaknya Dedi (61) dan Yulisman (68) warga Dusun I, Gang Warok Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai tinggal dirumah yang sangat memprihatinkan.

Begitupun keadaan fisik Dedi salah satu anaknya yang juga mengalami strok, sebelumnya Dedi tinggal bersama istrinya namun semenjak istrinya meninggal dunia pada 6 tahun lalu kini Dedi tinggal bersama Ibunya Sartini.

Rumah berukuran 5x7 meter itu terlihat sekarang tanpa dinding karena baru saja bagian belakang telah ambruk diakibatkan termakan usia, dan mirisnya tidak mempunyai dapur hingga terlihat berserakan ditambah lagi atap kondisinya bocor.

Ermawati (48) selaku anak ke empat Nenek Sartini kepada media ini, Jumat (23/10) sekira pukul 14.00 wib menjelaskan bahwa kondisi rumah ibunya ini memang sangat memprihatinkan apalagi kalau situasi malam dan hujan sehingga jadi kekhawatiran.

"Sekarang ibu kami, kakinya patah karena jatuh waktu dua tahun yang lalu didepan rumah, jadi sekarang sudah tidak bisa berjalan (lumpuh). Dengan kondisi ini maka hanya diperlukan kursi roda,"ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Lebih lanjut dikatakan Ermawati, untuk makan sehari-hari hanya seadanya namun sekeluarga mengaku tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Karena hanya mengharapkan dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), bantuan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Saat ini krisis ekonomi sangat sulit apalagi ditengah pandemi Covid-19. Kami dapat bantuan BPNT atas nama ibu Sartini dan bantuan PKH atas nama saya. Nah, itu lah jadi penopang ekonomi keluarga. Selain itu, paling bertani dengan lahan orang untuk menanam cabai,"jelasnya lagi.

Ditambahkan Yulisman, mengaku rumah yang ditinggali dirinya bersama ibunya pernah didata berulang kali oleh aparatur desa untuk pembangunan program bedah rumah, namun hingga kini tidak terealisasi.

"Setiap kami didata, selalu kami tanyakan apa tujuan daripada pendataan ini, katanya untuk bedah rumah namun hingga kini tidak ada."ujar pria yang pengangguran selama 3 bulan belakangan ini.

Ia hanya berharap kepada Pemerintah Desa maupun Kabupaten Sergai agar kiranya jangan melihat kondisi dari luar saja tanpa mengetahui kehidupan masyarakat sesungguhnya.

"Saya berharap kepada Pemerintah dan wakil rakyat (DPRD) agar kiranya memperhatikan warga kurang mampu. Jangan hanya berikan janji dan harapan palsu,"pungkas Yulisman.

Sementara itu, Syamsiah (63) selaku tetangga nenek Sartini menuturkan kami sangat prihatin atas kondisi kehidupan nenek Sartini dan keluarga, namun dirinya juga tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan ekonomi.

"Kami hanya berharap kepada Pemerintah, tolonglah perhatikan keluarga nek Sartini. Rumahnya ini sudah nyaris ambruk semua karena termakan usia,"ungkapnya.

Penulis: ARI
Editor: Akbar Tanjung

Baca Juga