Bupati Sergai Berbuka Puasa Tidak Perlu Mewah , Kurma Dan Mie Balap Juga Nikmat
Sergai ( sumut24.net ) - Berbuka puasa itu tidak perlu harus dengan hidangan dan menu yang mewah, namun yang terpenting bagaimana kita bisa memaknainya. Jika ingin berbuka puasa cukup dengan menyajikan menu yang sederhana namun menu tersebut memiliki sunnah untuk dikomsumsi sebelum makanan yang lain."
Hal ini diutarakan oleh Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya usai berbuka puasa bersama dengan Pengurus Ikatan Wartawan Online Sergai dan berbagai lapisan masyarakat di Masjid Agung Sergai, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah,Kamis (22/4/2021).
Sebiji Buah Kurma dan Mie Balap sudah cukup sebagai makanan awal membatalkan buka puasa dan setelah itu dilanjutkan dengan solat Fardu Magrib berjamaah dan barulah menikmati makanan lain maupun minuman yang sudah disajikan. Mie Balap memang rasanya enak, tak jauh beda rasanya dilidah dengan Lontong Bedagai. Ucap Bupati.
Turut hadir dalam berbuka puasa Asisten I Setdakab Sergai Nina Deliana Hutabarat S.Sos,M.Si,Asisten II Ir. Kaharuddin, Asisten III Irwani Jamilah SH, Kadis Lingkungan Hidup Sergai Panisean Tambunan, SE, Kadis Parbudpora Sergai Sudarno S.Sos, Kaban PKA Sergai Rusmani Purba, SP,M.Si, Ketua BM3 Sergai Yunasril SH,MKn, Kikky Febriasi SH,MKn, Pengacara Ismet Lubis SH,MSP, CPCL, Ketua IWO Sergai Zuhari,Sekretaris Sutrisno, pengurus dan Agib Putra dari Bupati Sergai H.Darma Wijaya.
Selanjutnya tampak juga Pj. Camat Tanjung Beringin Elmiyati S.AP, Tokoh Pemuda Sergai Abdur Rahim SH,Sekcam Sei Rampah Dr. Khairul Hakim, S.Sos,M.Si, Sekcam Tanjung Beringin, Kades Cempedak Lobang Edi Muslih, dan staf Camat Tanjung Beringin.
“Alhamdulillah antusias masyarakat berbuka puasa dan solat berjamaah setiap hari di Masjid Agung Sergai mulai meningkat.” Ini hari IWO, esok atau lusa diharapkan ada wadah masyarakat maupun organisasi lain yang berbuka puasa dan solat bersama di Masjid Agung Sergai berbaur dengan masyarakat. Imbuh Bupati.
Ketua Ikatan Wartawan Online Sergai Zuhari mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk menjalin silahturahmi dengan semua kalangan masyarakat dan memakmurkan masjid. Beryukur kepada Allah SWT buka puasa hari ini Bupati Sergai H. Darma Wijaya berkenan meluangkan waktunya untuk duduk bersama menyantap menu buka puasa yang sederhana di Masjid Agung Sergai.
"Salut juga dengan Bupati, terlihat sama dengan masyarakat berbaur menikmati Mie Balap tersebut hanya beralaskan daun Pisang dan Kertas dengan sendok terbuat dari Bambu saat berbuka puasa. Ini salah satu bentuk kesederhanaannya, meski jadi Bupati makanannya tetap sederhana dan mesti harus mewah ." ucap Zuhari.
Ketua BM3 Sergai Yunassril SH,MKn didampingi Kikky Febriasi SH,MKn, menuturkan kesederhanaan Bupati Sergai perlu menajdi contoh bagi kita. Berbuka puasa secara bersama di Masjid Agung Sergai ini memang baru tahun ini dilaksanakan, mengingat tahun lalu Masjid megah ini yang dilengkapi dengan bangunan Miniatur Ka’bah belum terbangun.
Tentunya sebagai masyarakat Sergai, saya merasa bangga memiliki Masjid Agung dan ada juga Miniatur Ka'bah yang bisa dipergunakan oleh calon jamaah Haji dan umroh untuk manasik. Antusias masyarakat juga terlihat membeli menu berbuka puasa di Kampung Ramadhan setiap harinya. Terobosan yang dibuat oleh Bupati Sergai ini tentunya dapat mendongkrak pendapatan pelaku UMKM di Sergai.Ujar Yunasril.
“Apresiasi terhadap Bupati Sergai karena telah menghidupkan syiar ramadhan dengan berbuka puasa bersama secara rutin setiap harinya di Masjid Agung Sergai, dari awal puasa hingga hari ini. Yang paling diapresiasi sebut Admin Sergai di Secangkir Kopi Syai Adin, beliau berbuka puasa dengan menu yang dijual di stand tersedia di Kampung Ramadhan tanpa memilih- milih dan berbaur dengan masyarakat umum.
Disamping syiar Ramadhan, sambung Syaidin, beliau juga menghidupkan UMKM di Sergai, semua produk yang tersedia di Kampung Ramadhan itu merupakan produk lokal Sergai. Komitmen beliau terhadap memajukan UMKM dibuktikan pada ramadhan kali ini. Nah, dihimbau kepada seluruh elemen masyarakat Sergai untuk bersama-sama menghidupkan produk lokal. “Walaupun pengujung Kampung Ramadhan ramai, namun panitia tetap menerapkan Protokol kesehatan dengan cuci tangan dan pakai masker juga jaga jarak.Ujar Syaiadin.









Komentar