Bibit Tidak Cukup , Diduga Kuat Ketua Kelompok Tani Bergiat Besama Kabupaten Palas ” Jual Bibit Ke Pihak Lain “

Palas ( sumut24.net ) - Program bantuan peremajaan kebun kelapa sawit yang sa'at ini sedang berlangsung diKabupaten Padang Lawas, diduga akan menimbulkan masa'alah besar.

Pasalnya program yang diluncurkan melalui bidang pertanian tersebut menjadi salah satu jalan bagi ketua kelompok petani perkebunan kelapa sawit untuk melakukan kecurangan atau tindakan dugaan korupsi.

Seperti halnya yang terjadi disalah satu kelompok tani pekebun kelapa sawit yang ada di Kabupaten Padang Lawas, tepatnya di Kecamatan Sosa (ulu sosa) yaitu kelompok  " Tani Bergiat Bersama Desa Bonan Dolok " .

Kelompok tani pekebun kelapa sawit, Bergiat Bersama yang beranggotakan 25 orang dengan ber-aktenotaris no 67 (enam puluh tujuh) dan diketuai oleh saudara yang berinisial Y. Nasution dan memiliki lahan kelompok tani seluas 80,2500.ha.

Tapi yang aneh nya, peremaja'an kebun kelapa sawit milik masyarakat yang tergabug dalam kelompok tani bergiat bersama ini megalami kekurangan bibit,padahal menurut informasi yang dihimpun sumut24.net dari masyarakat bahawa bibit tersebut sebenarnya lebih,jika memang diperuntukan hanya untuk anggota kelompok tani yang mendapatkan program peremaja'an kelapa sawit dan yang terdaftar sebagai anggota saja.

Tidak seperti yang dilakukan oleh ketua kelompok tani, menurut keterangan masyarakat,diduga kuat telah melakukan penjualan bibit sawit tersebut kepada pihak lain atau diluar anggota kelompok tani.

Dugaan kecurangan yang dilakukan Ketua Kelompok Tani Bergiat Bersama tersebut dibenarkan oleh salah seorang pengurus kelompok tani bergiat bersama yang ber-inisial T. Nasution kepada sumut24.net .

Untuk penyeimbang dari informasi adanya dugaan kecurangan yang dilakukan ketua kelompok tani bergiat bersama tersebut , Ka.Biro media online www.sumut24.net Kabupaten Padang Lawas Mahyudin langsung melakukan konfirmasi melalui via celular kepada ketua kelompk tani bergiat bersama yaitu Yahya Nasution , agar informasi tersebut dapat jadi terang benderang namun sampai berita ini diterbitkan Yahya Nasution selaku ketua kelompo tani giat bersama justru memilih diam seribu bahasa .

Penulis: Mahyudin
Editor: Feby

Baca Juga