Plt Kadisdik Labuhanbatu Keluarkan SK Penugasan Kembali Kepada Guru SMPN 4 Satu Atap Yang Dipecat

Labuhanbatu ( sumut24.net ) - Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara Asrol Aziz Lubis SE, M,AP, hari ini mengeluarkan SK penugasan untuk 2 orang guru honorer dan 1 orang pegawai perpustakaan. Selasa (3/08/2021).

Penerbitan SK baru itu, sesuai janji Asrol kepada awak media ini untuk bertindak adil dan tidak akan ada yang dirugikan terkait pemecatan 3 orang guru honorer dan 1 orang pegawai perpustakaan oleh Plt Kepala Sekolah SMPN 4 Satu Atap Kecamatan Bilah Hilir Sri Rahayu S,Pd secara semena - mena.

Ada pun Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan diteken oleh Asrol Azis Lubis atas nama Nurhayati S,Pd, Sunario S,Iq,S,Pd,I dan Rita Katarina Purba A,Md.com.

Ketiganya ditugaskan kembali mengajar di SMPN 4 Satu Atap Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu. Alasannya menugaskan kembali para guru dan pegawai perpustakaan itu berdasarkan resgulasi.

Selain itu katanya, keputusan itu menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Ditambah lagi tindakan Plt Kepala Sekolah SMPN 4 Satu Atap melakukan pemecatan adalah tindakan yang salah.

"Semua berdasarkan regulasi yang ada dan penuh pertimbangan kemanusiaan mereka kita tugaskan kembali. Terhadap Evi Listia Ningsih, sesuai dengan data dapodiknya ia bertugas di SMPN 2 Tanjung Haloban. Tetapi ia berhak mendapat jam mengajar di sekolah itu mengingat ia juga cukup lama mengajar di SMPN 4 Satu Atap,"terang Asrol.

Terhadap Rita Katarina, lanjut Asrol, pemecatan itu juga tidak layak. Sebab, Rita Katarina sudah cukup lama bertugas sejak awal berdirinya sekolah SMPN 4 Satu Atap.

"Jadi ia layak kita bela dan kita perjuangkan untuk kembali bertugas di sekolah itu,"ungkap Asrol kembali.

Lalu bagaimana dengan para guru baru di sekolah itu? Asrol mengaku telah memerintahkan kepala sekolah agar mengeluarkan atau memberhentikan para guru baru di sekolah itu mengingat terlalu banyak guru di sekolah tersebut.

"Saya sudah perintahkan agar para guru baru diberhentikan,"sebut Asrol tegas.

Mengulas kembali awal persoalan, Kepala Sekolah SMPN 4 Satu Atap Sri Rahayu S, Pd melakukan pemecatan secara semena - tanpa penjelasan terhadap 3 orang guru honorer dan 1 orang pegawai perpustakaan.

Kepada wartawan, Sri Rahayu bersikukuh pemecatan itu atas hak preogatifnya sebagai Plt Kepala Sekolah SMPN 4 Satu Atap.

Tentunya, tindakan Sri Rahayu yang masih menjabat sebagai Plt menuai kritik keras dari publik. Sebab, mengacu kepada UU Administrasi Pemerintahan Nomor 30 Pasal 14 ayat (1,2 dan 7) seorang Plt tidak punya kewenangan melakukan pemecatan. Apalagi kesalahan para guru yang ia pecat tidak bisa ia buktikan.

Pemecatan itu diduga rasa sakit hatinya karena para guru sebanyak 16 orang termasuk Wakasek merangkap bendahara BOS mendatangi Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Bilah Hilir Maddaim Ritonga S, Pd.

Kedatangan mereka bertujuan berkoordinasi dan mengadukan soal gaji yang sering telat diterima oleh para guru. Saki hati Sri Rahayu pun semakin besar dikarenakan adanya 4 orang guru honorer yaitu Nur Fatma, Lister Sitorus, Dewi Kumalasari dan Sunario mengadukan dirinya ke Kabid Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu.

Bahkan, Sri Rahayu dengan lantang mengatakan kepada para guru yang ia pecat bahwasannya, laporan mereka didengar oleh atasan tetapi tidak akan perna digubris.

Mirisnya, saat dipanggil Kepala Dinas Pendidikan, Sri Rahayu mengaku pemecatan itu berdasarkan regulasi sistem dapodik yang baru dimana para guru tersebut terseleksi oleh peraturan tersebut. Juga Sri Rahayu tidak mengaku ada menerima guru baru di sekolah itu. Atas info dari awak media, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Asrol Aziz Lubis pun turun ke sekolah membuktikan kebenaran info tersebut.

Atas tindakan kepala sekolah yang dianggap semena - mena melakukan pemecatan, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Asrol Aziz Lubis merespon persolan dan mengambil tindakan tegas berdasarkan regulasi dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Viralnya pemberitaan itu, Asrol akrab disapa Acun pun melakukan pemanggilan Kepala Sekolah ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu guna diminta penjelasannya atas tindak perbuatannya.

Berdasarkan konfirmasi awak media ini dengan Acun adanya pemanggilan Sri Rahayu, awak media ini meminta Acun datang ke sekolah dan bertemu dengan para guru di sekolah itu guna dapat keterangan yang berimbang.
Acun akhirnya bersama tim datang ke sekolah guna menggali persolan dimaksud lebih mendalam dan membuktikan adanya penerimaan guru baru oleh kepala sekolah.

Selanjutnya, guna mendidikan masalah dan mengungkap fakta yang sebenarnya soal pemecatan itu, Asrol memanggil kepala sekolah dan guru honorer yang dipecat untuk dimediasi di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu.

Dalam gelar mediasi, Asrol menegaskan kepada kepala sekolah SMPN 4 Satu Atap agar menerima kembali para guru honorer yang ia pecat untuk bertugas kembali di sekolah itu sebagaimana mestinya.

Namun, Sri Rahayu S,Pd menentang perintah Acun selaku pimpinannya juga selaku pimpinan tertinggi di Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu.

Sri Rahayu dengan tegas menolak untuk menerima guru honorer tersebut.Bahkan ia mengatakan, jika guru honorer yang ia pecat ditugaskan kembali mengajar di sekolah itu, Sri Rahayu memillih mundur dari sekolah tersebut sebagai pelaksana tugas kepala sekolah.

Acun dikonfirmasi melalui via WhatsApp Messenger App apanya tanggapannya tentang penolakan kepala sekolah yang mengklaim memiliki hak preogatif, Acun dengan tegas mengatakan hak prerogatif tidak bisa dilakukan semena - mena.

"Hak preogratif bisa kita tinjau kembali selaku pimpinan dijajaran dinas pendidikan.. hak preogratif juga tidak bisa dilakukan semena mena.. memandang azas kemanusiaan dan regulasi yg harus dipatuhi. yakinkan sama saya pak dua hal tersebut akan kita junjung tinggi,"sebut Acun memberikan balasan.

Penulis: Gofu
Editor: Feby

Baca Juga