Plt Kadis Pendidikan Labuhanbatu Perpanjang SK Kasek SMPN 4 Satu Atap Yang Pecat Guru Honorer Semena – Mena , ” Ada Apa ? “

Labuhanbatu ( sumut24.net ) - Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara Asrol Aziz Lubis SE,M,AP perpanjang kembali SK Sri Rahayu S,Pd sebagai Plt SMPN 4 Satu Atap Bilah Hilir yang memecat guru honorer semena - mena.

Tentunya, perpanjangan SK terhadap Sri Rahayu S,Pd, menimbulkan tanda tanya terhadap sikap dan kebijakan yang dilakukan oleh Asrol.

Pasalnya, Asrol Aziz Lubis akrab disapa Acun telah mengeluarkan SK guru honorer yang dipecat oleh Sri Rahayu S,Pd tanpa ada kesalahan.

Sementara, Sri Rahayu pada saat dimediasi di kantor dinas pendidikan dengan para guru yang ia pecat, dihadapan sang Plt Kadis Pendidikan, dengan lantang mengatakan akan mundur dari sekolah SMPN 4 Satu Atap jika guru yang ia pecat kembali' bertugas di sekolah itu.

Plt Kadis Pendidikan Asrol Aziz Lubis SE, M, AP dikonfirmasi awak media ini via WhatsApp Messenger App, Senin (16/08/2021), bahwasannya Sri Rahayu akan mundur sebagai Plt SMPN 4 Satu Atap jika guru honorer itu bertugas kembali, lalu apa alasannya memperpanjang SK Plt dimaksud, Asrol berdalih atas rasa kemanusiaan dan regulasi.

"Kita sudah selesaikan dengan berdasarkan regulasi dan atas azas kemanusiaan dan tidak ada merugikan pihak manapun. dan saya akan pantau terus sekolah tersebut agar tidak terjadi lagi hal hal seperti kemarin terhadap semua sekolah terkhusus SMP N 4 satap bilah hilir.. ucapan terimakasih kepada media yg sudah menjadi kontrol sosial kami untuk memajukan Pendidikan di Labuhanbatu,"balas Asrol.

Menanggapi perpanjangan SK itu, Wakil Ketua Koordinator LSM TIPAN - RI wilayah pantai Abdi Tuah kepada awak media ini mengatakan, Asrol semestinya mengambil tindakan tegas terhadap Sri Rahayu dengan tidak melakukan perpanjangan SK sebagai Plt sekolah tersebut.

"Semestinya SK sebagai Plt sekolah itu tidak diperpanjang, karena ia sudah melawan permintaan pimpinannya agar menerima guru honorer itu kembali bertugas di sekolah itu. Juga itu bentuk arogansi si kasek terhadap para guru honorer,"kata Abdi.

Selain itu lanjut Abdi, tindakan arogansi Sri Rahayu yang memecat guru honorer tanpa etika dan mengaku punya hak prerogatif, tidak mencerminkan seorang pendidik dan pimpinan tidak bisa menjadi suri tauladan bawahannya.

"Arogansi seperti ini semestinya tidak bisa ditolerir. Lha ini kok malah diperpanjang SK dia sebagai Plt, ada apa? Sedangkan kaseknya mengancam mundur sebagai Plt jika guru honor itu bertugas kembali di sekolah itu? Lha kok gak mundur? Jangan jilat ludah yang sudah dibuang,"ungkap Abdi.

Dijawab awak media ini tindakan kadis pendidikan memperpanjang SK Sri Rahayu berdalih berdasarkan asas kemanusiaan, Abdi malah tertawa terbahak- bahak dan mengatakan itu semua seperti lagu Peterpan yang berjudul "Ada Apa Denganmu".

"Terhadap pimpinan yang bertindak sewenanh - wenang jangan bicara kemanusiaan. Dia pecat guru honorer yang sudah bertahun tahun bertugas di sekolah itu tanpa kesalahan. Apa itu manusiawi? Ia keberatan jika guru itu bertugas kembali di sekolah itu dan memilih mundur sebagai Plt apa itu cerminan yang baik? Nah malunya, nyatanya dia gak mundur seperti ancamannya yang dikatakannya di hadapan kadis.,"cetusnya.

Sebagaimana pada pemberitaan sebelumnya, tindakan pemecatan terhadap guru honorer sebanyak 4 orang yang sudah terdaftar di dapodik dilakukan oleh Sri Rahayu S,Pd sebagai Plt Kepala Sekolah SMPN 4 Satu Atap secara elas melanggar Undang - Undang Administrasi Pemerintah Pasal 14 nomor 30 Ayat (1,2 dan 7) tentang kewenangan seorang Plt.

Pada awalnya, Plt Kepala Sekolah SMPN 4 Satu Atap itu melakukan pemecatan tanpa penjelasan kepada para guru baik secara lisan mau pun surat tertulis. Dengan dalih pemecatan itu adalah hak preogatifnya.

Pemecatan tidak secara langsung terhadap 4 orang guru honorer itu dilakukan lewat daftar rosster tugas mengajar para guru. Bagi guru yang tidak ada namanya dalam daftar rosster tugas mengajar agar tidak masuk lagi ke sekolah itu.

Alasan pemecatan pun diduga kuat karena sakit hati terhadap para guru honorer. Para guru honorer di sekolah itu sebanyak 16 termasuk Wakasek merangkap sebagai bendahara BOS orang mengadu ke korwil dinas pendidikan Kecamatan Bilah Hilir karena sering telat menerima gaji.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Asrol Aziz Lubis SE,M,AP awalnya berupaya melakukan pembelaan terhadap Sri Rahayu. Menjawab wartawan,Asrol berkilah tidak ada pemecatan tetapi para guru honorer itu terseleksi sendiri oleh peraturan dapodik tahun 2021.

Penulis: Gofu
Editor: Feby

Baca Juga