Diduga Pengerjaan Tidak Sesuai Bestek , Tembok Penahan Tanah Timbun Proyek IPA SPAM Rp 60 Milyar Roboh

Labuhanbatu ( sumut24.net ) - Tumbangnya tembok penahan tanah timbunan di lokasi proyek Instalasi Pengolahan Air Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (IPAS SPAM IKK) di Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, dengan nilai kontrak Rp 60 miliar, mengakibatkan tanah timbunan disana ikut longsor.

Pantauan wartawan dilokasi proyek Rabu (19/10/22), tanah timbunan yang digunakan untuk menimbun area proyek yang sebelumnya merupakan area rawa pinggir sungai, mengalami pergeseran akibat tembok penahan bagian depan sudah tumbang.

Tampak belum ada perbaikan terhadap tembok yang tumbang. Para pekerja tampak sedang fokus mengerjakan gedung yang diperkirakan merupakan gedung pengolahan air.

Tumbangnya tembok penahan yang diikuti dengan bergesernya tanah timbunan, dikhawatirkan akan berpengaruh pada bangunan gedung pengolahan air yang sedang dibangun di atas tanah timbun itu.

" Setelah tumbang tembok itu, tanah timbunnya pun bergeser atau longsor, terbawa banjir, karena tidak ada lagi penahannya. Ini bisa berpengaruh pada gedung yang dibangun diatas tanah timbunan itu" kata Zulkifli, seorang warga kepada wartawan disana.

Seperti diketahui, sesuai informasi yang tertera dalam papan informasi proyek di depan pintu lokasi proyek, proyek ini merupakan proyek pembangunan IPA kapasitas 50 Liter/detik dan jaringan perpipaan SPAM IKK Bilah Hilir, Labuhanbatu.

Pada papan informasi proyek tertulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah I Sumut Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Sumut.

Adapun kontraktor yakni PT CPK. Sedangkan nilai kontrak proyek itu sebesar Rp 60.066.026.000 (enam puluh enam miliar enam puluh enam juta dua puluh enam ribu) dengan masa pekerjaan 600 hari kalender.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara, Syafriel Tansier, saat dikonfirmasi Kamis (27/10/22) tentang bergesernya tanah timbunan akibat tumbangnya tembok penahanan itu, belum memberikan jawaban meski pesan whatsapp yang dikirimkan wartawan tampak telah dibaca.

Sebelumnya, saat dikonfirmasj Rabu (26/10/22), Syafriel Tansier mengatakan, tembok yang tumbang sedang proses pengerjaan kembali.

"Sedang proses pengerjaan kembali" katanya singkat melalui pesan whatsapp, Rabu (26/10/22).

Penulis: Gofu
Editor: Feby
Photographer: Gofu

Baca Juga