- Labuhanbatu
- Sumut
- Fakta Mengejutkan, Telusuri Dugaan Korupsi Bersama LIPPSU, Jalan Kelurahan di Labuhanbatu Persis Kubangan
Fakta Mengejutkan, Telusuri Dugaan Korupsi Bersama LIPPSU, Jalan Kelurahan di Labuhanbatu Persis Kubangan
Labuhanbatu ( sumut24.net ) - Meski sudah 77 tahun Indonesia merdeka, namun masih ada jalanan di kelurahan seperti kubangan.
Faktanya di Kelurahan Negeri Baru, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhan Batu, Sumatera Utara.
Jalan-jalan utama di setiap Lingkungan di Kelurahan Negeri Baru, rusak parah. Penuh lubang besar bak kubangan.
Hal ini membuktikan bahwa Pemkab Labuhan Batu tidak peduli dengan pembenahan infrastruktur.
Diketahui dari penelusuran tim Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), saat menguak dugaan korupsi puluhan miliar di Labuhan Batu.
Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik mengatakan sangat kaget sekali melihat kondisi jalan di Labuhanbatu tersebut.
Ia berharap Pemkab Labuhanbatu segera memberikan perhatian serius dalam hal ini.
"Mungkin, di sinilah satu-satunya Kelurahan di Indonesia yang jalan jalan lingkungannya bagai kubangan. Jangankan masyarakat di Negeri Baru ini, kerbau pun akan menangis bila menapaki jalanan di kelurahan ini," tutur Ari.
Pria yang konsen menyoroti dugaan korupsi dan penyimpangan anggaran dalam pembangunan tersebut langsung menampubg keluhan masyarakat.
Bersama tim sempat berbincang dengan masyarakat saat melihat kondisi jalan dan adanya dugaan korupsi di daerah tersebut.
Masyarakat di Kelurahan Negeri Baru, khususnya Lingkungan Bangun Sari II mengaku sudah lama memohon kepada Bupati Labuhan Batu agar membenahi infrastruktur jalan di setiap lingkungan.
"Kami ini hidup di negeri yang sudah 77 tahun merdeka, tapi infrastrukturnya persis zaman penjajah. Kami mohon Pak Bupati dapat memahami suara hati masyarakat yang sudah lama menjerit tapi tak kunjung didengar,"kata masyarakat disana kepada Ari.
Dengan penuh rasa kecewa, masyarakat Negeri Baru tak ingin hanya dijadikan komoditi politik dan diakui saat menjelang Pilkada saja.
"Kami ini bukan barang dagangan politik. Kami rakyat yang butuh sentuhan pembangunan nyata dari pemerintah," kata warga.
Ia pun meminta Bupati Erik untuk segera memenuhi janji kampanyenya membangun Labuhan Batu.
"Jangan saat kampanye masyarakat digadang-gadang, setelah duduk malah tak dipandang. Masyarakat di Negeri Baru ini, bukan pecundang Pak! Mohon Bapak Bupati melihat kenyataan di tempat kami ini," imbaunya.
Sementara itu Bupati Labuhan Batu, dr.H. Erik Adtrada Ritonga,MKM, yang sempat dikonfirmasi dengan menyertakan berberapa poto jalan rusak dan dugaan adanya korupsi di Labuhanbatu sempat kaget. Sedangkan Wakil Bupati, mengaku sedang melaksanakan Umroh ke tanah Suci.
| Penulis | : | Hara Oloan Sihombing |
| Editor | : | Feby |
| Photographer | : | Hara Oloan Sihombing |
Berita Terkait
-
Luar Biasa ..!!! HIPWI FKPPI SUMATERA UTARA Bagikan Bingkisan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H
-
Ditinggal Pemerintah Warga Labuhan Batu Swadaya Pengaspalan Jalan , Jangan Sampai Ada Korban Laka lagi Berikutnya
-
BPK Temukan Sembilan Unit Gelagar Proyek Dinas SDABMBK Kota Medan Belum Terpasang Rp7 Miliar
Berita Lainnya
Perkara Tipikor Penjualan Aset PTPN I Regional I, Penyidik Kejati Sumatera Utara Amankan Uang 150 Miliar Rupiah Dari PT.Deli Megapolitan Kota Residence (DMKR)







Komentar