Warga Batang Kumu Tambusai Rohul MS ( 47 ) ,” Ditemukan Tak Bernyawa Di Desa Persiapan Mahato Rio Makmur
Rohul ( sumut24.net ) - Ditemukan lagi tak bernyawa , seorang petani warga Desa Batang Kumu Kec.Tambusai Kabupaten Rokan Hulu Riau , dengan Inisial MS (47), ditemukan dalam Kondisi telungkup digenangan air.
MS ditemukan di Lahan perkebunan kelapa sawit milik warga RT : 01, RW : 02 Desa Persiapan Mahato Riau Makmur, Kec Tambusai utara.
Pada hari Selasa tanggal 10 November 2020 Sekira Pukul 14.30 Wib.
Penemuan MS tersebut berawal dari laporan adek kandung korban MR kepada orang tua (RH) yang bertempat tinggal di Sei Juragi Desa Batang kumu Kec.Tambusai Bahwa Abang nya MS tidak pulang-pulang kerumah selama 2 (dua) hari. Mendengar hal tersebut RH ( Orang tua kandung ) berangkat dari Sei Juragi menuju rumah MR di Desa Mahato Kec Tambusai Utara, dengan maksud mencari kepastian.
Setelah sampai di rumah MR, kemudian Suryanto (adik) bersama P. Rambe langsung melakukan pencarian bersama warga sekitar pukul 12.00 WIB.
Pencarian dilakukan di tempat dimana MS biasa mencari berondolan, dan tak lama setelah pencarian MS pun ditemukan dalam keadaan telungkup di genangan air.
Mendapat Informasi tersebut Kapolsek Tambusai Utara Iptu D Raja putra napitulu ,S.IK bersama Personil Mendatangi TKP ditemukannya Mayat MS dan memerintahkan Personel untuk Olah TKP dan Mencatat Identitas para Saksi – saksi kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga Almarhum untuk melakukan Autopsi guna Proses hukum.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, S.Ik. MH, melalui Paur Humas IPDA Totok Nurdianto, SH mengatakan,
Pihak keluarga menolak untuk dilakukan Autopsi dan telah menerima bahwa MS ( Almarhum ) meninggal dikarenakan memiliki riwat Penyakit Ayan (Epilepsi).
Sekira Pukul 15.00 WIB mayat dibawa ke Puskesmas Tambusai Utara ll desa Mahato untuk dilakukan Visum oleh Puskesmas Tambut ll.
” Jenazah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemandian dan di Sholatkan dirumah kediaman adik kandungnya di RT : 01/RW : 02 Desa Persiapan Mahato Riau Makmur “. Ucap Totok.









Komentar