Jikalau Ingin Palas Bercahaya , Masyarakat Palas Harus Siap Dengan Perubahan ” Polemik Alfamidi “
Palas ( sumut24.net ) - Keberadaan Kabupaten Padang Lawas sebagai otonomi baru harus mendapat dukungan dari elemen masyarakat dalam menyongsong perubahan menuju daerah yang berkemajuan, tidak terkecuali dalam sektor usaha makro maupun mikro. Karena, ketidaksiapan masyarakat dalam menyongsong perubahan akan berakibat pada lemahnya sektor ekonomi di bumi Padang Lawas yang pada akhirnya masyarakat gagal BERCAHAYA dan meraih tujuan pemekaran sebagaimana yang termaktub dalam UU Nomor: 38 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Padang Lawas di Provinsi Sumatera Utara. Apalagi
Salah satu sektor bidang usaha adalah kehadiran Alfamidi di pusat kota Sibuhuan yang belakangan ini mendapat keritikan dari sebagian elemen masyarakat. Seharusnya dengan Intruksi Presiden Nomor: 7 Tahun 2019 Tentang Percepatan Kemudahan berusaha. masyarakat faham betul dengan keinginan Bapak Presiden Joko Widodo dalam menumbuh kembangkan sektor ekonomi di Indonesia, tentu yang namanya Indonesia, Kabupaten Padang Lawas tidak bisa lepas di dalamnya, Ujar Sahala Pohan
Lebih lanjut, Ketua PC HIMMAH Padang Lawas ini mengatakan, kenapa hanya Alfamidi yang dilirik. Padahal, masih ada cabang usaha lain yang serumpun dengannya, bahkan lebih dari itu, banyak lagi pelaku usaha yang lebih besar dan sudah lama beroperasi tidak memiliki izin dan tidak berkontribusi kepada rakyat Padang Lawas. Sehingga, keritikan ini bisa dianggap sangat bernuansa politis. Coba menelisik ke belakang bagaimana Indomaret pertama kali berdri dipalas. Oleh karena itu, Marilah bijak dalam berpikir dan menerima perubahan, apalagi di era menuju pasar bebas. Bukanlah keritikan yang kita siapkan. Akantetapi Skill berupa kesiapan Sumber Daya Masyarakat (SDM) yang mumpuni agar siap menerima perubahan dengan tidak meninggalkan kearifan lokal.
Alfamidi itu bagus, Ujar Sahala. Sebagaimana dikutip dari “kompasiana”, Alfamidi diciptakan menyesuaikan perubahan belanja konsumen dari belanja bulanan menjadi belanja mingguan di toko terdekat dengan fasilitas yang nyaman dan harga yang relatif terjangkau. Kemudian, Alfamidi berupaya untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) disamping itu, Alfamidi telah menerima penghargaan dari berbagai institusi yang terpercaya diantaranya The best in experiental marketing Award dan the best in social marketing Award dari majalah marketing (2013) social media Award dari frontier Consulting group dan majalah marketing (2014)
Di akhir kata, Sahala yang didampingi Pengurus harian juga mengingatkan pihak Alfamidi agar menghargai kearifan lokal dan belajar dari kultur masyarakat Padang Lawas yang dikenal dengan serambi mekahnya Sumatera Utara, jangan sampai menghilangkan nilai-nilai yang sudah dibangun para leluhur yang ada di Bumi Padang Lawas.









Komentar