Pjs Bupati Rohul Bersama Ketua DPRD Tinjau RSUD ,” Pasca Tenaga Kesehatan Terkonfirmasi Covid-19
Rohul ( sumut24.net ) - Terkait meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), khususnya dikelompok Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul, untuk memastikan kondisi faktual, pelayanan dan penanganan pasien Covid-19, Pjs Bupati Rohul Drs H. Masrul Kasmy M.Si bersama Ketua DPRD meninjau RSUD Rohul, Selasa (6/10/2020).
Dalam peninjauan itu, Pjs Bupati Rohul juga didampingi Ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra ST, Sekda Rohul H. Abdul Haris S.Sos M.Si, Direktur RSUD Rohul dr Novil, Ketua IDI Rohul yang juga Tim Ahli Satgas Covid-19 Rohul dr Zuldi Afki dan Kabid P2P Dinkes Rohul dr Darmadi Lubis.
Pjs Bupati Rohul Masrul Kasmy beserta rombongan sempat meninjau ruang Labaratorium dan Ruang Isolasi penanganan Covid-19 di RSUD Rohul. Disela Peninjauan itu, Pjs Bupati Rohhul Masrul Kasmy kepada Media Center Diskominfo Rohul mengatakan peninjauan di RSUD Rohul untuk melihat kondisi faktual dilapangan dan Pelayanan RSUD Rohul, pasca terkonfirmasinya tenaga kesehatan positif Covid-19.
“Kita hari ini melihat kondisi faktual dilapangan, kita melihat bersama pak Ketua DPRD Rohul alur yang harus ada pembenahan, misalnya ada tanggungjawab untuk menghandel jenazah Covid-19. Jadi ini semua harus jelas alurnya, jangan nanti ketika ada kejadian kita sudah siap, tidak seperti kejadian yang lalu,” kata Masrul Kasmy
Lanjut Pjs Bupati, salah temuan yang harus dibenahi adalah harus terpusatnya satu komando informasi terkait penanganan Covid-19 di RSUD Rohul, sehingga informasi yang disampaikan ke masyarakat betul-betul akurat dan valid, dengan harapan tidak menimbulkan kerancuan ditengah masyarakat.
“Inilah satu temuan kita harus ada satu komando terhadap infromasi jangan ada berbeda-beda dan saling mendahului menginformasikan kepada masyarakat, kita harapkan tidak terjadi informasi yang blunder, sehingga orang nanti akan meraba-raba benar atau tidaknya informasi itu, jadi satu komando saja informasinya semacam ada Juru Bicaranya,” terang Masrul
Masrul Kasmy juga meminta Tim Satgas dan OPD terkait seperti Dinkes dan RSUD Rohul untuk membuat alur koordinasi secara formal membuat tatanan resmi terkait alur tugas dan kerja dalam penanganan Covid-19
“Dan ini kita diwasi terus menerus sehingga dimana kurangnya kita perbaiki, dimana koordinasinya lemah kita sempurnakan, ini bahasa Koordinasi masing-masing punya kewenangan, karena ini merupakan sebuah peristiwa ekstra ordinery, kita harus manfaatkan energi kita untuk membantu jangan ada ego-ego dalam bidang masing-masing,” tegas Pjs Bupati
Terkait over kapasitasnya ruang Isolasi di RSUD Rohul, Pjs Bupati mengatakan berdasarkan rapat Tim Satgas beberapa waktu lalu, Pemkab menyiapkan ruangan khusus Isolasi untuk paisen tanpa gejala.
“Kemarin sudah kita tawarkan di hotel-hotel untuk kita kerjasamakan ternyata tidak ada satupun hotel bersedia, kita juga sudah mencari Eks Rumah Sakit seperti Klinik Medical Tambusai dan Ujung Batu. Tapi tadi kata Pak Sekda ada satu rumah sakit Medical Estu di Ujung Batu sudah siap dipakai, fasilitas juga sudah disiapkan, karena anggaran kita juga dipersiapkan dengan persyaratan tertentu,” jelasnya
“Kita juga minta dukungan Dewan, karena jika dipaksakan disini potensi disini menganggu pelayanan karena banyak pasien Tanpa Gejala,” tambahnya
Terkait aturan Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifan Achmad yang hanya melayani pasien bergejala, sementera pasien tanpa gejala cukup banyak di Rohul, Masrul Kasmi akan berkoordinasi dengan Tim Ahli RSUD Rohul dan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Rohul
Sementara itu, Ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra ST mengatakan dilakukannya Inspeksi ini dengan tujuan untuk melihat kesiapan RSUD Rohul untuk melakukan perawatan dan penanganan Pasien terkonfirmasi Covid-19.
“Hari ini saya dan pak Pjs Bupati melakukan Inspeksi salah satunya untuk melihat kesiapan RSUD untuk melakukan perawatan dan penanganan pasien terkonfirmasi covid-19. Kemudian terhadap kejadian yang lalu ini kita jadikan sebagai pelajaran bagi Pemerintah khususnya Dinkes dan RSUD agar dalam penanganan Pasien terkonfirmasi Covid-19 ini dapat dimaksimalkan lagi manajemen ataupun alur Protap yang harus didudukkan,” terangnya
Kemudian terkait Over Kapasitas, Wanda mengaku langkah cepat Tim Satgas dan Pemkab Rohul sudah mendapat ruangan atau tempat isolasi di Klinik Medical Estu, Ujung Batu yang bisa menampung 15 ruangan yang siap digunakan dan akan diperiksa oleh Tim Medis terkait kelayakan ruangan Isolasi tersebut.
“Terhadap yang lainnya, terkait Aturan Menkes yang baru juga mengarahkan untuk isolasi mandiri jika OTG tentu ini perlu disesuaikan kembali oleh Dinkes dan RSUD pola nya seperti apa, apakah ada pengawasan khusus bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri,” ujarnya
Wanda juga meminta kepada Tim Medis untuk mengecek standar pelayanan kesehatan khusus untuk pasien yang diisolasi mandiri.
“Standarnya harus dicek oleh Tim Medis kita, siapa yang terkena di isolasi mandiri, apakah memenuhi syarat atau tidak, jadi tidak bisa tidak memenuhi standar, jika harus seperti ruang isolasi negatif, ada hal-hal yang harus memenuhi standar.
“Maka ini harus kita diprioritaskan, jangan sempat nanti masyarakat mengeluhkan kembali terkait pelayanan karena tidak standar, seperti ruangan atau fasilitas lain di RS sehingga tidak termaksimalkan terhadap perawatan-perawatan pasien yang terpapar ini,” ujarnya
Ketua DPRD Rohul ini mengatakan tenaga kesehatan di RSUD Rohul hari ini sudah melaksanakan Tes Swab.
“Hari ini sudah dilakukan Swab, mungkin beberapa hari kedepan akan keluar hasilnya, tentu untuk menghindari resiko kasus Covid-19 ini tentunya ini berbeda dengan yang ada,”
“Mungkin ini bagian dari kecolongan, ada masyarakat umum yang berobat kemudian tidak terpantau bagi kita bahwa dia terpapar Covid-19, kemudian menularkan kepada Perawat tapi ini juga menjadi pembelajaran agar Tim Medis lebih berhati dalam menjalankan tugasnya dengan memakai APD lengkap,” harap Wanda.
Sebagai upaya menghilangkan keraguan petugas medis dan masyarakat serta memutus mata rantai penularan, pihak RSUD Rohul, Selasa (6/10/2020) telas melakukan swab terhadap unit layanan di RSUD.
"Hari ini telah kita Swab petugas Tim Medis, selama menunggu hasil Swab keluar maka UGD akan tutup 2 hari atau hingga hasil Swab tenaga medis keluar. Nantinya selama ditutup, maka untuk layanan UGD dialihkan ke Rumah Sakit terdekat," katanya.
Swab akan dilakukan di unit lainnya, seperti Poliklinik dan Rawat inap. Selama menunggu hasil pemeriksaan swab layanan akan ditutup sementara.
"Target seminggu ini kita fokus melakukan tes swab masal ke tenaga medis. Bila ada yang positif maka akan langsung dilakukan Isolasi, maka kita harapkan minggu depan RSUD sudah beroperasi seperti biasanya," ujar Novil.









Komentar