Pengurus Perawatan Jalan Kabupaten di Desa Tomuan Holbung Laporkan LPJ Dana Yang Dikelola

ASAHAN ( sumut24.net ) - Panitia atau Pengurus perbaikan Jalan Kabupaten yang dipilih awal Oktober 2024 lalu menggelar rapat memberikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pungutan Rp.10.000/hektar/bulan selama 3 bulan mereka kelola untuk memperbaiki jalan ke Desa Tomuan Holbung tersebut.

Rapat diadakan Selasa (14/1-2024) di Balai Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan-Sumut.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa, Perangkat Desa dan Lembaga yang ada di Desa tersebut dan para tokoh mayarakat serta petani pemilik kebun sawit dan pengusaha angkutan transport Tandan Buah Segar (TBS) di Desa Tomuan Holbung.

Dari PT.Bakrie Sumatera Plantations (BSP) hadir Pak Saragi dan Sangkot Tambunan, Asisten di salah satu divisi di PT.BSP itu sambil mengklarivikasi yang perusahaan berikan. Dari LPJ pengurus dalam 3 bulan Oktober, Nopember dan Desember 2024 diketahui hanya terkumpul dana Rp.19.000 000 (sembilan belas juta rupiah) dan semua telah dipergunakan pengadaan Batu Padas.

Selesai LPJ ini dilanjutkan rapat tindak lanjut untuk perbaikan jalan dari Simpang Salabat melintasi Kebun Bakrie Sumatera Plantation (PT.BSP) Aek Silabat sepanjang sekitar 12 KM itu. Namun dana Rp.19 juta tersebut tak cukup digunakan akibat jalan sudah rusak parah.

Dalam rapat tidak lanjut ini disepakati dinaikkan kutipan menjadi Rp.150 ribu/hektar sekali saja dan iyuran tetap Rp.10.000/hektar/bulan untuk menyewa alat berat eksapator dan membeli batu padas. Hasil kesepakatan musyawarah bahwa pengurus perawatan jalan itu tetap Jhonson Sinurat, Ketua, Ober Manurung, Sekretaris dan Jani Sijabat, Bendahara.

Daniel Simanjuntak, Kepala Desa Tomuan Holbung kepada awak media mengatakan kerusakan jalan ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi yaitu 128 hari hujan 4232 mili meter selama tahun 2024 lalu katanya.

Mr.Jaga Sitorus, mantan Sekretaris Desa Huta Padang (1994-2002) yg memekarkan, memecah Desa Huta Padang melahirkan Desa Tomuan Holbung ini saat berbincang dengan Daniel Simanjuntak, Kepala Desa, menyarankan agar perbaikan jalan ini dibuat lah pungutan Rp.100,/kg TBS yang diangkut dari Desa Tomuan Holbung supaya cepat jalan itu bagus, sedangkan Rp.800 sampai Rp.1000/kg biaya ongkos TBS petani sawit itu mau karena jalan rusak ini hanya Rp.100 mereka saya rasa mau sarannya.

Baca Juga