Ibunya Meninggal , Polres Asahan Harus Bertanggung Jawab !!!

Seorang ibu Meninggal Dunia di Duga karna anaknya Di Tangkap

Asahan ( sumut24.net ) - Berhubung pada hari kamis kemarin Masyarakat 5 Perkampungan yang melakukan aksi Demo dengan memportal jalan kabupaten membuat Plang dengan kayu pinang serta mendirikan Tenda di tengah jalan kabupaten untuk tidak mendapat hasil apa-Apa .

Maka aksi portal jalan ini di lanjutkan untuk hari ke 2 di Dusun II Parbutatan Desa Huta Bagasan Kec.BP.Mandoge Kab.Asahan Sumatera Utara.

Massa 5 Perkampungan yaitu Sigalungon, Marhansing,Talun Tonga-tonga, Surungan Batu, Parbuttatan dan Aek Natolu ini kembali melakukan dengan massa yang lebih banyak.

Sekitar pukul 10 :00 Wib Sempat terjadi sedikit Dorong dorongan di mana kepala Desa Huta Bagasan meminta tolong kepada warga agar mobilnya 2 unit muatan TBS PT. SPR yg terhalang lewat karna portal ini bisa Di lewatkan.." Tolong lah Supaya mobil saya Bisa Lewat " Mohon Kades..Namun Massa tidak mengijinkan tetapi Supir sudah menjalankan mobil dan terjadi penghalangan oleh massa .

lalu kades berkata " berarti saya tidak kalian hargai lagi sebagai pemimpin di Desa ini Tegas Candra Manurung " Lalu meninggalkan kerumunan Warga.

Selang waktu beberapa jam kemudian APH dari Polres Asahan ,sappol PP ,Brimob ,shabara,Polwan ,Intel sampai di lokasi yang di perkirakan 500 Personil.

Perwakilan dari 5 Perkampungan menyampaikan orasinya agar perkampungan dan perladangan dikeluarkan dari HGU PT SPR sebelum apa yang mereka tuntut belum terealisasi masyarakat yang tergabung dalam 5 Perkampungan kompak untuk tetap melakukan pemblokiran jalan ini.

Pimpinan dari Polres Asahan menyampaikan arahan .." Syalom..Bapa/ ibu dan saudara sekalian kami tidak melarang bapak ibu untuk menyampaikan aspirasi itu adalah Hak dari setiap orang.tetapi jangan mengganggu kepentingan umum" Karna banyak warga yg ingin mengunakan akses jalan ini...maka kami memberi 2 alternatif...kalian buka sendiri atau Kami yang buka lewat rekan Satpol PP ..?? Lantas Perwakilan masyarakat...menjawab kami tidak anarkis dan aksi kami damai . kami meminta Bapak Polisi yang terhormat panggil BPN ,Kehutanan dan SPR untuk berdialog dan membahas supaya perkampungan dan perladangan kami dikeluarkan dari HGU selanjutnya bisa di keluarkan SHM tegas warga dengan nada penuh berharap.

Usai Mendengar jawaban warga yg melakukan aksi tersebut ahirnya pihak APH melalui satpol PP membongkar paksa portal berupa pokok pinang dan membawa ke mobil sebagai Barang Bukti .Usai Pembongkaran itu maka bisa lah mobil truk pengangkut TBS SPR lewat dan mengantar buah sawit SPR ke PKS.

Tapi entah Apa sebab tiba tiba Personil Polres Asahan menangkap 6 orang dari Rumah warga Parbuttatan Bermarga Sirait dan langsung memasukkan ke mobil polisi.

Dan akibat penangkapan itu membuat orang tua yg di tangkap jatuh pingsan dan warga berteriak Ambulan-abulan..mendengar teriakan warga personil memangil ambulan puskesmas mandoge yang sudah memang terparkir di lokasi dengan cepat ibu yang pingsan tersebut di bawa menuju rumah sakit namun di perjalanan menuju rumah sakit ibu tersebut sudah meninggal Dunia.

Mendengar kabar bahwa ibu tersebut telah meninggal dunia kemarahan warga kembali marak dan menghampiri para petugas untuk meminta pertanggung jawaban petugas yg menangkap anaknya yang mengakibatkan ibunya meninggal selanjutnya mengambil Tikar Pandan tempat jenazah dan membuat Tikar pandan itu menghalangi jalan sehingga para APH tidak dapat pulang ke markas ke polres Asahan.

Tetapi dengan penjelasan dari Bapak - Bapak polisi akhirnya Para Personil Polsek BP mandoge dan Polres Asahan bisa pulang ke markas.

Penulis: Bistok ,S.Pd
Editor: Feby Andira ,ST
Photographer: Bistok ,S.Pd

Baca Juga