Pemdesa Huta Padang Kehilangan Salah Seorang Tokoh Masyarakatnya

ASAHAN ( sumut24.net ) - Mustar Butar Butar, adalah Ketua Lembaga Adat Desa Huta Padang. Beliau menghadap Tuhan (dipanggil Tuhan) Kamis (29/1-2026) akibat sakit yang dideritatanya. Alm Mustar Butarbutar, selain Ketua Lembaga Adat dia juga merupakan tokoh masyarakat dan juga tokoh adat bukan saja di Desa Huta Padang bahkan beliau sudah sering sebagai "Raja Parhata" ke Pekan Baru daerah Riau, juga hampir semua daerah di Sumatera Utara lainnya.

Dan beliau ini bukan hanya "Raja Parhata" dikalangan marga Butarbutar di marga lain suku Batak dan suku Nias pun beliau ini sudah sering memandu acara adatnya. Alm Mustar Butarbutar, dikenal juga keberanian nya menghadapi pejabat siapa pun, baik itu Instansi Pemerintah dan Kepolisian sekali pun, jika beliau rasa tindakannya kurang pas dan berlebihan, Ketua Komite SMK Negeri 1 BP.Mandoge dan pengawas di SPBU Huta Padang ini tergolong pribadi yang tegas dan disegani.

Namun sebagai Lay Speaker (LS) di GMI Getsemani Kampung Durian, Distrik 6 Wilayah I ini, tergolong yang sangat rajin melaksanakan tugas, dan beliau ini sangat berwibawa apalagi suaranya yang khas bila Berdoa dan juga ber Kotbah dengan Bahasa Batak cukup fasih.

Tidak heran kalau dalam acara "Adat Batak Saur Matua" M.Butarbutar (Omp.Hosea) ini ribuan orang datang dari setiap sudut Desa, Dusun Kecamatan BP.Mandoge dan dari Kabupaten Simalungun (P.Siantar) apalagi dari Kabupaten Asahan (Kisaran) sangat banyak yang datang melayat. Alm Mustar Butarbutar, meninggal dunia meninggalkan 2 putra dan 1 putri semua putra/putrinya sudah menikah dan mempunyai anak maka acara Adat Batak nya dinamai "Saur Matua" karena sudah "Gabe" menurut tradisi suku Batak.

LS.Mustar Butarbutar, meninggal dunia meninggalkan Istri Lince E br.Pangaribuan, seorang guru tertua di UPTD SD Negeri 017722 Kampung Durian, Desa Huta Padang, Kec.BP.Mandoge dan juga sebagai pelayan Lay Speaker (LS) di GMI Getsemani Kampang Durian. Sebagai Pelayan di GMI selesai acara adat sebelum dikebumikan di Marom Porsea "Bona Pasogit" di tanah kelahirannya pada 18 Maret 1967 lalu,

Jenazah Alm LS Mustar Butarbutar, dibawa ke Gereja GMI Getsemani Kampung Durian untuk acara Gereja yang dilayani Pdt.Tamri Sitorus,S.Th M.Min Pimpinan Jemaat GMI Kampung Durian dibantu Gr Injil Cintya A Siagian,S.Th dan para Lay Speaker (LS, CLs, Majelis) teman teman sepelayanan Almarhum semasa hidupnya.

Dian Syahputra Butarbutar, anak tertua Almarhum yang sering melayani sebagai pemain Musik (Orgen) di GMI Getsemani dan istri br Sihotang, Desy Butaebutar, putri si Mata Wayang dan Sitanggang (hela) dan Romindo Butarnutar (anak bungsu) dan br Sihotang (parumaen) serta cucu cucunya sedih demikian juga seluruh Butarbutar, Boru dan Bere se Kec.BP.Mandoge sangat sedih melepas Almarhum ke peristirahatannya.

Senin, 02 Pebruari 2026 (Pukul 06.00 Wib) setelah semalam disemayamkan di dalam Gereja itu lalu di berangkatkan ke Marom Porsea bersama keluarga dan Pdt.Tamri Sitorus,S.Th M.Min untuk melayani acara pengebumiannya.

Penulis: Bistok ,S.Pd
Editor: Feby Andira ,ST
Photographer: Bistok ,S.Pd

Baca Juga